Kamis, 20 Desember 2018

Festival Komukino USM Angkat Budaya Dan Kuliner Jawa Tengah



Kesenian dan Kebudayaan lokal yang dibalut inovasi dan kreasi, kembali dihadirkan dalam Festival Komunikasi dan Inovasi (Komukino) yang berlangsung pada 16 Desember  mendatang. Kali ini Hutan Wisata Tinjomoyo menjadi venue utama dalam gelaran yang telah menginjak ke tujuh kalinya, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM).

Dinda Rahmatika, panitia Komukino mengatakan, festival yang mengusung tema Jateng Ramen, menyuguhkan kesenian dan budaya dari 35 kabupaten/kota yang dikemas dalam enam karesidenan di Jawa Tengah terdiri Banyumas, Kedu, Pati, Pekalongan, Semarang, dan Surakarta. Berbagai kuliner tradisional dari enam karasidenan tersebut akan disajikan dalam kemasan yang menarik dan kekinian.

Klip
“Kegiatan itu merupakan tahun ke-7 dengan mengangkat tema ‘Jateng Remen’, dari tahun-tahun sebelumnya digelar dengan tema yang berbeda. Kami mengusung venue di Hutan Wisata Tinjomoyo. Dengan sentuhan art and culture,  berpadu dengan inovasi di kesatuan acara”
Menurutnya, Festival Komukino kali ini juga dimeriahkan dengan fashion show 27 batik serta talkshow bersama duta jamu, Ada juga Kampung dolanan yang berisi stand stand mainan tradisional dan masih banyak lagi.

Lebih lanjut Dinda menambahkan, hal menarik lainnya pengunjung tidak akan bisa membeli atau menikmati makanan yang dijajakan dengan uang rupiah. Hal ini karena untuk menambah kesan tradisional, maka digunakanlah uang Kartal Komukino yang sebelumnya sudah di sediakan untuk ditukarkan di pintu masuk.

Klip
“Seperti festival tahun sebelumnya, Jika mau membeli makanan harus menukar rupiah dengan uang kartal Komukino mulai dari pecahan seribu, dua ribu, lima ribu hingga sepuluh ribu." beber Dinda.

Festival Komukino berlangsung dari pukul 10 Pagi hingga 11 malam. Dinda mengajak bagi masyarakat Semarang yang belum memiliki agenda akhir pekan untuk datang dan menikmati keseruannya.

Demikian Dizka Yulia Ilmu Komunikasi USM, angkatan 2016 Melaporkan

Senin, 26 Maret 2018

SANDI MORSE

Kode Morse atau ‘Sandi Morse’ adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alfabetatau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.

Kode Morse

/-./.-/--/.-/  /---.../  /-../../--../-.-/.-/   /-.--/..-/.-../../.-/


/.-/.-../.-/--/.-/–/  /---.../  /.---/.-../.-.-.-/  /.--/../-../..-/.-./../ /...--/  /-./---/.-.-.-/ /...--/  /.-./–/ /-----/.----/  /-..-./  /.-./.--/  /-----/---../  /-.-/./-.-./.-/--/.-/–/.-/-,/  /--././-./..-/-.-/  /-.-/./.-../..-/.-./.-/..../.-/-,/  /-.../.-/-./--././–/.-/-.--/..-/  /-.-/..-/.-../---/-./  /..././--/.-/.-./.-/-./--./


 

Festival Komukino USM Angkat Budaya Dan Kuliner Jawa Tengah

Audio_Straight News_Festival Komukino Kesenian dan Kebudayaan lokal yang dibalut inovasi dan kreasi, kembali dihadirkan dalam Festiva...