Kesenian dan Kebudayaan lokal yang dibalut inovasi dan
kreasi, kembali dihadirkan dalam Festival Komunikasi dan Inovasi (Komukino)
yang berlangsung pada 16 Desember
mendatang. Kali ini Hutan Wisata Tinjomoyo menjadi venue utama dalam
gelaran yang telah menginjak ke tujuh kalinya, yang
diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang
(USM).
Dinda Rahmatika, panitia Komukino mengatakan,
festival yang mengusung tema Jateng Ramen, menyuguhkan kesenian
dan budaya dari 35 kabupaten/kota yang dikemas dalam enam karesidenan di Jawa
Tengah terdiri Banyumas, Kedu, Pati, Pekalongan, Semarang, dan Surakarta. Berbagai kuliner tradisional dari enam karasidenan
tersebut akan disajikan dalam kemasan yang menarik dan kekinian.
Klip
“Kegiatan itu merupakan
tahun ke-7 dengan mengangkat tema ‘Jateng Remen’, dari tahun-tahun sebelumnya
digelar dengan tema yang berbeda. Kami mengusung venue di Hutan Wisata
Tinjomoyo. Dengan sentuhan art and culture, berpadu dengan
inovasi di kesatuan acara”
Menurutnya, Festival
Komukino kali ini juga dimeriahkan
dengan fashion show 27 batik serta talkshow bersama duta jamu, Ada
juga Kampung dolanan yang berisi stand stand mainan tradisional dan masih
banyak lagi.
Lebih
lanjut Dinda menambahkan, hal
menarik lainnya pengunjung tidak akan bisa membeli atau menikmati
makanan yang dijajakan dengan uang rupiah. Hal
ini karena untuk menambah kesan tradisional, maka digunakanlah uang Kartal Komukino yang sebelumnya sudah di sediakan untuk ditukarkan di pintu masuk.
Klip
“Seperti
festival tahun sebelumnya, Jika mau membeli makanan harus
menukar rupiah dengan uang kartal Komukino mulai dari
pecahan seribu, dua ribu, lima ribu hingga sepuluh ribu." beber Dinda.
Festival Komukino berlangsung dari pukul 10 Pagi
hingga 11 malam. Dinda mengajak bagi masyarakat Semarang yang belum memiliki
agenda akhir pekan untuk datang dan menikmati
keseruannya.
Demikian Dizka Yulia Ilmu Komunikasi USM, angkatan 2016 Melaporkan